Eliya : saya mengalami kedutan sudah lama, sekitar sejak tahun 95, sudah 18 tahun – an. Awalnya hanya kedutan sedikit dan jarang – jarang di ujung mata kanan saya, semakin lama intensitasnya semakin tinggi dan itu yang saya alami sampai sebelum operasi 7 Mei 2013 kemarin.

Hal yang paling di ingat oleh Eliya (62) saat masih hidup berteman dengan spasme di wajahnya adalah suntik botox yang di lakukannya pada bulan Oktober 2012 kemarin. “saya pernah suntik botox sekali pada bulan sepuluh ketika anak saya selesai kuliah, saya pergi jakarta untuk botox”, kata Eliya saat ditanyai riwayat pengobatannya selama menderita spasme.

Wanita asal Baturaja ini harus rela hidup dengan kedutan di separuh wajahnya karena ia baru mendapatkan informasi pengobatan di Surabaya saat pada tahun 2012 lalu dari salah satu pasien yang pernah berobat di Surabaya.

Sebelumnya Eliya tidak hanya berdiam diri saja, sama seperti pasien – pasien Hemifacial Spasm lainnya, ia terus berusaha mencari pengobatan untuk membebaskan separuh wajah kananya itu dari spasme yang dianggapnya mengganggu. Bukan hanya pada saat beraktivitas namun juga pada waktu tidur, karena saat harus beristirahat, mata kanannya masih saja berkedip.

Ibu dua anak ini sampai ke Singapura untuk berobat, namun belum membuahkan hasil juga. Eliya mengatakan bahwa di sana ia malah tidak mendapatkan solusi, karena apa yang ia alami sekarang adalah faktor usia. “pernah saya pergi Singapura tapi kata dokter sakit saya ini sudah tidak bisa diapa – apain karena mengikuti usia”, kenang Eliya.

Eliya termasuk wanita yang penuh semangat, selama 18 tahun mampu menjalani hidupnya dengan kedutan di mata kanannya. Namun ia masih dikatakan beruntung jika dibandingkan dengan pasien – pasien lainnya yang mengalami hal yang sama, karena dalam kurun waktu yang cukup lama spasme di separuh wajahnya tidak membuat pipinya tertarik sampai merot, seperti yang terjadi pada pasien lainnya, lebih sebentar dari pada Eliya namun sudah membuatnya Wajahnya merot.

Empat hari pasca-operasi, sudah tidak terlihat lagi spasme pada separuh wajah Eliya. Namun ia mengaku masih ada sedikit kedutan di matanya. “Masih ada, sedikit - sedikit”, terangnya saat ditanyai mengenai spasme pasca-operasi. Namun itu tak menghilangkan senyum di wajahnya atau bahkan meruntuhkan semangat dalam dirinya. Eliya terlihat sangat lega setelah operasi, karena merasa banyak perkembangan yang ia dapatkan. “Saya senang dan lega operasi kemarin berjalan dengan lancar dan sekarang saya sudah kembali pulih”, katanya dengan sumringah.

Affiliation

  • Komunitas Cervical Indonesia
  • Comprehensive Brain & Spine
  • Komunitas Trigeminal Neuralgia Indonesia
Previous Next

Polling

New Website

Bagaimana pendapat anda tentang tampilan baru website ini?

1
92
Tampilan bagus, isi bagus.
2
71
Tampilan bagus, isi kurang.
3
47
Tampilan kurang, isi kurang.
4
37
Tampilan kurang, isi bagus.
5 Votes left

Surabaya Corner

 peta-surabaya

Surabaya atau lebih dikenal sebagai Kota Pahlawan dengan pertempuran heroik nya yang terjadi di tahun 1945 antara Pejuang-pejuang Arek-Arek Suroboyo melawan tentara Inggris.

Read more...

“The Soerabaja”, Games Souvenir Khas Surabaya Bikinan Mahasiswa Ubaya


sovenir-thesoerabaja 
 

Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan ternyata belum memiliki souvenir yang benar – benar khas Surabaya.

Read more...

Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda Sampai Fasilitas Manula


surabaya                    


Kota Surabaya saat ini tidak hanya dikenal dengan kebersihan dan kerapiannya saja tapi juga dikenal memiliki puluhan taman indah yang tersebar di berbagai penjuru kota. Taman yang lengkap dengan  aneka bunga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota tapi sekaligus menjadi tempat wisata bagi warga.

Read more...